Kamis, 22 November 2012

MENJAGA KEASLIAN IDE NASKAH DRAMA


MENJAGA KEASLIAN IDE PENULISAN NASKAH DRAMA DENGAN GAMBAR INSPIRATIF
Oleh : Supriyanto, SPd. (SMPN 3 Kec. Ngrayun Ponorogo)

                Pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang dinginkan siswa. Apalagi menggunakan media yang memaksimalkan fungsi seluruh indera untuk belajar. Pada kegiatan IHT,  penulis melaksanakan real teaching dengan  kompetensi dasar “Menulis naskah drama dengan memperhatikan keaslian ide.” kelas 8 semester 1.
                Kompetensi ini menekankan pada penulisan naskah drama dan keaslian ide. Dua indikator inilah yang ditekankan dalam pembelajaran tersebut. Permasalahan yang sering terjadi siswa kesulitan untuk menemukan ide dalam menulis. Walaupun mampu menemukan ide, sering siswa kesulitan dalam mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah tulisan yang utuh. Oleh karena itu, untuk memudahkan siswa menemukan ide sekaligus mengembangkan ide, digunakan gambar inspiratif dalam menyampaikan kompetensi dasar “Menulis naskah drama dengan memperhatikan keaslian ide.”
                Pemebelajaran yang dilakukan menggunakan gambar (foto) realitas sosial yang didalamnya terdapat dua atau lebih tokoh. Selain itu, dalam gambar (Foto) tersebut tergambar pula latar tempat yang mendukung. Contoh gambar adalah sebagai berikut.




             Pembelajaran yang dirancang menggunakan pemodelan dan rangsang gambar inspiratif. Pada awal kegiatan guru menyampaikan contoh naskah drama untuk didiskusikan siswa terkait struktur dan kaidah penulisan naskah drama. Ketika siswa sudah memahami struktur dan kaidah penulisan naskah drama,  gambar disampaikan. Anak diminta memilih satu gambar untuk bahan menulis naskah drama. Ketika anak mulai menulis naskah drama, guru membimbing  siswa dengan memberikan pertanyaan arahan sesuai struktur naskah drama misalnya “Cermati gambar, ada gambar tokoh? Beri nama tokoh itu !” dan seterusnya. Pada akhir kegiatan menulis siswa diminta meneliti kembali naskah drama yang ditulis untuk disempurnakan dengan panduan pertanyaan guru.
                Hasil pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut. 1) Anak dalam 2 jam pelajaran mampu menyelesaikan satu babak naskah drama. 2) Walaupun ada beberapa anak memilih gambar yang sama, ternyata dialog dan arah cerita berbeda. Ini membuktikan bahwa gambar yang diberikan mampu menjaga keaslian ide anak.
                Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran dengan teknik modeling dan rangsang gambar inspiratif ini. 1) Pada saat siswa menulis naskah drama guru harus aktif membimbing dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan pada unsur naskah drama dan alur drama. 2) Anak perlu diingatkan pada kaidah penulisan baik dari segi ejaan, dan tanda baca.
                Demikianlah pengalaman real teaching ketika  mengikuti IHT yang didukung oleh UNESA dan Direktorat  Pembinaan SMP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar