MENJAGA KEASLIAN IDE PENULISAN NASKAH DRAMA
DENGAN GAMBAR INSPIRATIF
Oleh : Supriyanto, SPd. (SMPN 3 Kec. Ngrayun
Ponorogo)
Pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang
dinginkan siswa. Apalagi menggunakan media yang memaksimalkan fungsi seluruh
indera untuk belajar. Pada kegiatan IHT,
penulis melaksanakan real teaching
dengan kompetensi dasar “Menulis naskah
drama dengan memperhatikan keaslian ide.” kelas 8 semester 1.
Kompetensi ini menekankan pada penulisan naskah drama
dan keaslian ide. Dua indikator inilah yang ditekankan dalam pembelajaran
tersebut. Permasalahan yang sering terjadi siswa kesulitan untuk menemukan ide
dalam menulis. Walaupun mampu menemukan ide, sering siswa kesulitan dalam
mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah tulisan yang utuh. Oleh karena itu, untuk
memudahkan siswa menemukan ide sekaligus mengembangkan ide, digunakan gambar
inspiratif dalam menyampaikan kompetensi dasar “Menulis naskah drama dengan
memperhatikan keaslian ide.”
Pemebelajaran yang dilakukan
menggunakan gambar (foto) realitas sosial yang didalamnya terdapat dua atau
lebih tokoh. Selain itu, dalam gambar (Foto) tersebut tergambar
pula latar tempat yang mendukung. Contoh gambar adalah sebagai berikut.
Pembelajaran yang dirancang
menggunakan pemodelan dan rangsang gambar inspiratif. Pada awal kegiatan guru
menyampaikan contoh naskah drama untuk didiskusikan siswa terkait struktur dan
kaidah penulisan naskah drama. Ketika siswa sudah memahami struktur dan kaidah
penulisan naskah drama, gambar
disampaikan. Anak diminta memilih satu gambar untuk bahan menulis naskah drama.
Ketika anak mulai menulis naskah drama, guru membimbing siswa dengan memberikan pertanyaan arahan
sesuai struktur naskah drama misalnya “Cermati gambar, ada gambar tokoh? Beri
nama tokoh itu !” dan seterusnya. Pada akhir kegiatan menulis siswa diminta
meneliti kembali naskah drama yang ditulis untuk disempurnakan dengan panduan
pertanyaan guru.
Hasil pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai
berikut. 1) Anak dalam 2 jam pelajaran mampu menyelesaikan satu babak naskah
drama. 2) Walaupun ada beberapa anak memilih gambar yang sama, ternyata dialog
dan arah cerita berbeda. Ini membuktikan bahwa gambar yang diberikan mampu
menjaga keaslian ide anak.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
pembelajaran dengan teknik modeling dan rangsang gambar inspiratif ini. 1) Pada
saat siswa menulis naskah drama guru harus aktif membimbing dengan
pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan pada unsur naskah drama dan alur drama.
2) Anak perlu diingatkan pada kaidah penulisan baik dari segi ejaan, dan tanda
baca.
Demikianlah pengalaman real teaching ketika mengikuti IHT yang didukung oleh UNESA dan
Direktorat Pembinaan SMP.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar